Welcome Party yang sering dilakukan Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Soppeng Untuk menyambut Tamu Luar daerah dan dalam Daerah kali ini Penyambutan dan Penjamuan dari Badan Sar Nasional ( BASARNAS ) Provinsi Sulawesi Salatan dan Tim Arkeolog yang akan menggelar Pemberdayaan Tim Reaksi Cepat ( TRC ) dan Peneltian di Goa Codong Kecamatan Citta
Monday, April 17, 2017
Wednesday, April 12, 2017
Kegiatan Pendataan dan Konservasi dari Sangiran Jawa Tengah
Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran
melakukan kunjungan di Kabupaten Soppeng dalam rangka melakukan kegiatan
pendataan dan konservasi fosil di situs Paleolitik Lembah Walennae tanggal 5
April hingga 10 April 2017. Dalam kegiatan tersebut BPSMP Sangiran mengunjungi
dua tempat yang merupakan destinasi wisata Kabupaten Soppeng yaitu Museum
Prasejarah Caleo dan Museum Villa Yuliana.
Kegiatan konservasi berupa perawatan yaitu membersikan
dan merekatkan kembali fosil yang retak atau terpisah dengan menggunakan bahan
kimia seperti alkohol, HCl, Larutan Paraloid, Aquadest, dan perekat. Selain
konservasi BPSMP Sangiran juga melakukan pendataan, hasil pendataan yang
dilakukan diketahui sebanyak 203 spesimen fosil yang ada di situs Paleolitik
Lembah Walennae.
Daftar Koleksi dan Temuan Fosil Situs Lembah Walennae
Untuk foto lengkapnya silahkan lihat di Facebook budpar soppeng
Untuk foto lengkapnya silahkan lihat di Facebook budpar soppeng
Tuesday, April 11, 2017
Tuesday, April 4, 2017
Gita Bahana Nusantara
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Soppeng sedang menyelenggarakan audisi Gita Bahana Nusantara 2017, pendaftaran peserta pada tanggal 3-4 April 2017. Selanjutnya, akan dilaksanakan audisi pada tanggal 5-6 April 2017 yang berlokasi di Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng. Peserta yang akan terpilih terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan dan akan dipersiapkan untuk berkompetisi mewakili Kabupaten Soppeng di tingkat provinsi.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini Provinsi Sulawesi Selatan akan mengirim perwakilan sebanyak kuota yang ditentukan. Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai penyelenggara di tingkat provinsi memberi kesempatan bagi pemerintah kota dan kabupaten se-Sulawesi Selatan mengirim perwakilan daerah masing-masing untuk tampil bersaing di acara uji coba pemantapan dan keseriusan peserta di Gedung Muloh Jl. Jendral Sudirman pada bulan Mei 2017. Peserta yang terpilih sebanyak empat orang dikirim ke pusat sebagai wakil Provinsi Sulawesi Selatan.
Gita Bahana Nusantara (GBN) adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membentuk sebuah paduan suara yang akan tampil di berbagai acara kenegaraan khususnya acara perayaan Kemerdekaan NKRI tanggal 17 Agustus 2017. Kegiatan GBN dilaksanakan tiap tahun diperuntukkan bagi putra-putri Indonesia yang memiliki bakat bernyanyi, tim paduan suara Gita Bahana Nusantara berjumlah 136 orang yang berasal dari 34 provinsi. Masing-masing provinsi mengirimkan empat orang, yaitu dua perempuan mewakili jenis suara sopran dan alto, dan dua laki-laki dengan jenis suara tenor dan bas.
Wednesday, March 29, 2017
Villa Yuliana
Villa Yuliana merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda di Kabupaten Soppeng. Bangunan ini terletak di jantung Kota Watansoppeng dan dibangun oleh C. A. KROESEN tahun 1905 selaku Gubernur Pemerintahan Hindia Belanda di Sulawesi.
Konstruksi dan aksitektur bangunan ini merupakan perpaduan gaya Eropa dan gaya Bugis. Villa Yuliana ini merupakan bangunan kembar, satu diantaranya ada di Netherland. Pembangunan Villa ini merupakan wujud kecintaan terhadap Ratu Yuliana.
Umpungeng Titik Nol Indonesia
Dengan menggunakan aplikasi google earth atau google map sangat jelas terlihat kalau titik nol Indonesia berada di lokasi ini yakni di Desa Umpungeng, Kecamatan Lalabata.
Desa ini merupakan kota tertua yang ada di Lontara Bugis, hal ini dibuktikan adanya berbagai peninggalan dan jejak para leluhur bugis, misalnya adanya rambut salah satu raja bugis yang tersimpan di rumah Datu Umpungeng. Tempat ini biasa digunakan sebagai jalur bagi para penggemar motor trail.
Desa ini merupakan kota tertua yang ada di Lontara Bugis, hal ini dibuktikan adanya berbagai peninggalan dan jejak para leluhur bugis, misalnya adanya rambut salah satu raja bugis yang tersimpan di rumah Datu Umpungeng. Tempat ini biasa digunakan sebagai jalur bagi para penggemar motor trail.
Rumah Adat Sao Mario
Rumah Adat Sao Mario terletak di Kelurahan Manorang Salo Kecamatan Marioriawa, berjarak sekitar 30 Km dari Kota Watansoppeng.
Di kompleks Rumah Adat Sao Mario ini, terdapat berbagai jenis rumah adat yang bergaya aksitektur Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Minangkabau dan Batak. Rumah Adat Sao Mario berfungsi sebagai museum dengan koleksi berbagai jenis barang antik yang bernilai tinggi dari berbagai daerah di Indonesia dan Luar Negeri, seperti : kursi, meja, tempat tidur, senjata tajam dan berbagai jenis batu permata.
Di kompleks Rumah Adat Sao Mario ini, terdapat berbagai jenis rumah adat yang bergaya aksitektur Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Minangkabau dan Batak. Rumah Adat Sao Mario berfungsi sebagai museum dengan koleksi berbagai jenis barang antik yang bernilai tinggi dari berbagai daerah di Indonesia dan Luar Negeri, seperti : kursi, meja, tempat tidur, senjata tajam dan berbagai jenis batu permata.


















